Minggu, 15 April 2018

LANDASAN TEORITIS MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

Landasan teoritis Multimedia Pembelajaran 

A. Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medius yang secara harfiah berarti “tengah”, “perantara”, atau “pengantar”. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara () atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.
Menurut Gerlach dan Ely (1971), media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Sehingga guru, buku teks dan lingkungan sekolah marupakan media.
Fleming (1987: 234) menyatakan media berfungsi untuk mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak yaitu siswa dan isi pelajaran.
Hainich dan kawan-kawan (1982) mengemukakan istilah media sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima.
Kesimpulannya, media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima. Sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.

1.  Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah media yang membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran menurut Gagne dan Briggs (1975) media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang terdiri dari buku, tape recorder, kaset, video camera, video recorder, film, slide (gambar), foto, gambar, grafik, televisi dan computer.

2.  Media Pendidikan
Adapun pengertian media pendidikan itu antara lain:
a. Media pendidikan memiliki pengertian fisik (hardware) atau perangkat keras, yaitu sesuatu benda yang dapat dilihat, didengar atau diraba dengan panea indera.
b. Media pendidikan memiliki pengertian nonfisik (software) atau perangkat lunak, yaitu kandungan pesan yang terdapat dalam perangkat keras yang merupakan isi yang ingin disampaikan kepada siswa.
c. Penekanan media pendidikan terdapat pada visual dan audio.
d. Media pendidikan memiliki pengertian alat bantu pada proses belajar baik di dalam maupun di luar kelas.
e.Media pendidikan dapat digunakan secara missal (radio, TV), kelompok besar dan kecil (film, slide, video, OHP), atau perorangan (modul, computer, radio, tape,/kaset, video recorder).

Jadi kesimpulannya, media pendidikan adalah perantara yang membawa informasi atau pesan-pesan sebagai sumber belajar, baik berupa software dan hardware. Contoh media pendidikan adalah gambar, foto, sketsa, diagram, bagan/chart, grafik, kartun, poster, radio dan lain-lain.

3. Media Massa
Media massa berasal dari dua kata, yaitu media dan massa. Media adalah alat atau perantara, sedangkan massa adalah orang banyak dan masyarakat umum. Jadi dapat disimpulkan bahwa media massa adalah suatu perantara untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat atau orang banyak. Pesannya itu mengandung informasi-informasi yang diperlukan masyarakat, baik mengenai politik, sosial, ekonomi, maupun budaya. Sehingga dengan adanya media massa masyarakat mendapat pengetahuan tentang negaranya. Contoh dari media massa adalah surat kabar dan Koran. 

B. Landasan Teoritis Penggunaan Media Pembelajaran 

Menurut S Esa Kurnia (2012) Pemerolehan pengetahuan dan ketrampilan, perubahan - perubahan  sikap dan perilaku dapat terjadi karena interaksi antara pengalaman baru dengan pengalaman yang pernah dialami sebelumnya. Menurut Brunner dalam Media Pembelajaran mengatakan “ada 3 tingkatan utama modus belajar, yaitu : pengalaman langsung (enactive), pengalaman pictorial / gambar (iconic), dan pengalaman abstrak  (symbolic).” Ketiga tingkatan pengalaman itu saling berinteraksi dalam upaya memperoleh pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang baru.
Agar proses belajar mengajar dapat berhasil dengan baik, siswa sebaiknya diajak untuk memanfaatkan semua alat inderanya. Guru berusaha untuk menampilkan rangsangan atau stimulus yang dapat diproses dengan berbagai indera. Semakin banyak alat indera yang digunakan untuk menerima dan mengolah informasi semakin besar kemungkinan informasi tersebut dimengerti dan dapat dipertahankan dalam ingatan. Dengan demikian, siswa diharapkan dapat menerima dan menyerap dengan baik dan mudah pesan-pesan dalam materi yang disajikan.
Levie dan Levie menyimpulkan bahwa stimulus visual membuahkan hasil belajar lebih baik untuk tugas- tugas seperti mengingat, mengenali, dan menghubungkan-hubungkan fakta dan konsep. Stimulus verbal memberi hasil belajar yang lebih apabila pembelajaran itu melibatkan ingatan berurut-urutan. Oleh sebab itu belajar dengan menggunakan indera ganda yaitu pandang dan dengar akan memberi keuntungan bagi siswa. Siswa akan belajar lebih banyak materi yang disajikan dengan stimulus pandang dan dengar.
Gambaran diatas sejalan dengan gambaran yang dibuat oleh Edgar Dale. Dale memperkirakan bahwa pemerolehan hasil belajar melalui indera pandang sekitar 75%, melalui indera dengar sekitar 13%, dan melalui indera lainnya sekitar 12%. Para ahli menyimpulkan bahwa kurang lebih 90% dari hasil belajar melalui indera pandang, 5% diperoleh melalui indera dengar , dan 5% lagi dari indera lainnya.



Hasil belajar seseorang diperoleh mulai dari pengalaman langsung (konkret), kenyataan yang ada di lingkungan kehidupan seseorang, kemudian melalui benda tiruan, sampai kepada lambang verbal (abstrak). Semakin keatas dipuncak kerucut semakin abstrak media penyampaian pesan itu. Pengalaman langsung akan memberikan kesan paling utuh dan paling bermakna mengenai informasi dan gagasan yang terkandung dalam pengalaman itu. Oleh karena ia melibatkan indera penglihatan, pendengaran, perasaan, penciuman, dan peraba. Berikut landasan teoritis penggunaan media pembelajaran:

Penggunaan media dalam proses pembelajaran dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas prestasi belajar. Diharapkan proses pembelajaran menjadi efektif, interaktif, dan efisien. Adapun beberapa landasan dalam penggunaan media pembelajaran, adalah sebagai berikut:
1. Landasan Filosofis
Ada suatu pandangan, bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil dari teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Bisa dikatakan, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Tetapi, siswa harkat kemanusiaannya diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi.
Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki kepribadian, harga diri,motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis.

2. Landasan Psikologis
Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. 
Untuk maksud tersebut, perlu: (1) diadakan pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa serta memberikan kejelasan obyek yang diamatinya, (2) bahan pembelajaran yang akan diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa. Kajian psikologi menyatakan bahwa anak akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit ketimbang yang abstrak.
Dalam proses pembelajaran, media memiliki kontribusi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pengajaran. Kehadiran media tidak saja membantu pengajar dalam menyampaikan materi ajarnya, tetapi memberikan nilai tambah pada kegiatan pembelajaran.

3. Landasan Teknologis
Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, dan penilaian proses dan sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol. 
Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalah dilakukan dalam bentuk: kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran yang telah disusun dalam fungsi disain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan sehingga menjadisistem pembelajaran yang lengkap. Komponen-komponen ini termasuk pesan, orang, bahan, media, peralatan, teknik, dan latar.

4. Landasan Empiris
Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya.
Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti gambar, diagram, video, atau film. Sementara siswa yang memiliki tipe belajar auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman suara, atau ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual.
 Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pebelajar, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.

5. Landasan Historis
Yang dimaksud dengan landasan historis media pembelajaran ialah rational penggunaan media pembelajaran ditinjau dari sejarah konsep istilah media digunakan dalam pembelajaran. Perkembangan konsep media pembelajaran sebenarnya bermula dengan lahirnya konsepsi pengajaran visual atau alat bantu visual sekitar tahun 1923.

C. Ciri-Ciri Media Pembelajaran
Media pembelajaran sebagai alat penunjang untuk mencapai tujuan pembelajaran maksimal, memiliki beberapa ciri. Ciri media pembelajaran yang dimaksud adalah hal melekat dalam sebuah media, sehingga layak atau patut digunakan sebagai media. Gerlach dan Ely mengemukakan tiga ciri media pembelajaran, yaitu:
1. Ciri Fixative
Ciri ini menggambarkan kemampuan media pembelajaran merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau obyek.
2. Ciri Manipulatif
Kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat disajikan kepada peserta didik dalam waktu dua atau tiga menit, misalnya bagaimana proses metamorfosis kupu-kupu dapat dipercepat dengan teknik rekaman fotografi. Disamping dapat dipercepat, suatu kejadian dapat pula diperlambat pada saat menayangkan kembali hasil suatu rekaman video.
3. Ciri Distributif
Ciri distributif media pembelajaran memungkinkan suatu obyek/ kejadian ditransportasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar peserta didik dengan stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian itu.

D. Multimedia 
Konsep multimedia telah banyak diterapkan dalam dunia pendidikan. Pembelajaran menggunakan multimedia interaktif berkembang atas dasar pembelajaran konvensional yang tidak bisa memenuhi kebutuhan peserta didik dalam pembelajaran (Sigit, dkk, 2008). Multimedia dapat menjadikan suatu aplikasi menjadi sangat interaktif dan menyajikan interface yang menarik.

1.      Pengertian Multimedia


Multimedia merupakan kombinasi dari teks, gambar, seni grafik, suara, animasi dan elemen-elemen video yang dimanipulasi secara digital. Tampilan dan cita rasa dari proyek multimedia harus menyenangkan, estetis, mengundang dan mengikat. Proyek harus memuat konsistensi visual, hanya dengan menggunakan elemen-elemen yang mendukung pesan keseluruhan dari program.
Menurut Gayestik seperti dikutip oleh Idris (2008), multimedia merupakan suatu sistem komunikai interaktif erbasis komputer yang mampu menciptakan, menyimpan, menyajikan, dan mengakses kembali informasi berupa teks, grafik, suara, video, atau animasi.
Secara etimologis multimedia berasal dari kata multi (bahasa Latin) yang berarti banyak, bermacam-macam, dan medium (bahasa Latin) yang berarti sesuatu yang dipakai untuk menyampaikan atau membawa sesuatu. Kata medium dalam American Heritage Electronic Dictionary (1991) juga diartikan sebagai alat untuk mendistribusikan dan mempresentasikan informasi (Rachmat dan Alphone, 2005/2006). Maswin (2010) dalam mengemukakan bahwa multimedia merupakan perpaduan antara berbagai media atau format file yang berupa teks, gambar (vektor atau bitmap), grafik, sound, animasi, video interaksi dan lain-lain, sedangkan dari Wikipedia Indonesia ensiklopedia berbahasa Indonesia pengertian multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya, dan berkomunikasi.

Selain itu menurut Turban dkk (2002) mengemukakan pengertian multimedia adalah kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output. Media ini dapat berupa audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar. Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut penulis mengambil kesimpulan, bahwa multimedia merupakan perpaduan antara berbagai media yang berupa teks, gambar, suara, animasi, video dengan memanfaatkan program komputer untuk menyampaikan pesan kepada para pengguna.
1.1 Kriteria Multimedia dalam Pembelajaran


Menurut Sigit dkk. (2008), kriteria multimedia adalah sebagai berikut:

1.      Memilki lebih dari satu media yang konvergen, misalnya menggabungkan unsur audio dan visual.
2.      Bersifat interaktif, dalam pengertian memiliki kemampuan untuk mengakomodasi respon pengguna.

3.      Bersifat mandiri, dalam pengertian memberi kemudahan dan kelengkapan isi sedemikian rupa sehingga pengguna bisa menggunakan tanpa bimbingan orang lain
1.2 Jenis Multimedia

Menurut Sigit, dkk. (2008) multimedia terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

1.      Multimedia Linier

Multimedia linier adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi oleh alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan), contohnya: TV dan film.

2.      Multimedia Interaktif

Multimedia interaktif dilengkapi oleh alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contohnya: video game, pembelajaran interaktif, dan lain-lain.
1.3  Pemanfaatan Multimedia Berbasis Komputer Dalam pembelajaran

Beberapa bentuk pemanfaatan multimedia berbasis komputer yang dapat

digunakan dalam proses pembelajaran, meliputi :

1.      Multimedia Presentasi

Multimedia  presentasi  digunakan  untuk  menjelaskan  materi-materi  yang

sifatnya teoritis digunakan dalam pembelajaran klasikal, baik untuk kelompok kecil maupun kelompok besar. Media ini cukup efektif, sebab menggunakan multimedia projector yang memiliki jangkauan pancar cukup besar. Dalam sudut pandang proses pembelajaran, presentasi merupakan salah satu metode pembelajaran. Pemanfaatan multimedia berbasis komputer dalam presentasi ini telah memberikan pengaruh yang sangat besar, bukan hanya pada pengembangan kegiatan praktis dalam kegiatan presentasi pembelajaran, akan tetapi juga pada teori-teori yang mendasarinya.

2.      Sarana Simulasi

Dengan hadirnya generasi software yang ampuh dan canggih, komputer masa

kini merebakkan jenis-jenis kegiatan yang benar-benar mampu mengefektifkan media pembelajaran. Misalnya, multimedia berbasis komputer ini ditambah software tertentu dapat dimanfaatkan sebagai sarana dalam simulasiuntuk melatih keterampilan dan kompetensi tertentu.

3.  Video pembelajaran

Pemanfaatan multimedia berbasis komputer dalam pembelajar, selain dapat digunakan untuk multimedia presentasi, dapat juga dimanfaatkan untuk memutar video pembelajaran . Video juga dapat memperkaya pemaparan sebagai bahan terintegrasi dengan media lain seperti teks atau gambar.

1.4. Kelebihan Pembelajaran Menggunakan Multimedia


Menurut Townsend seperti dikutip oleh Idris (2008), multimedia memliki beberapa keuntungan, yaitu:

  1. Multimedia masuk akal sehingga dapat meningkatkan pembelajaran.

  1. Multimedia meningkatkan ekpresi diri dengan membiarkan pelajar untuk memutuskan sendiri.

  1. Multimedia membuat pelajar menjadi ’pemilik’ sehingga mereka bisa menciptakan apa yang hendak mereka pelajari.

  1. Multimedia menciptakan suasana yang aktif, sehingga pelajar dapat terlibat langsung.
  2. Multimedia dapat menjembatani komunikasi pelajar dengan instruktur.

  1. Pemakaian multimedia sudah tidak asng lagi karena telah digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti video game dan televisi


  • permasalahannya :

  1.  jelaskan kriteria pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa itu seperti apa?
  2. apakah landasan yang paling mendasar dalam pemilihan suatu media yang sesuai dengan pembelajaran yang berlaku?

15 komentar:

  1. Terimakasih atas postingannya saudari krisna saya akan menjawab permasalahan no 1. Jadi memurut aaya kriteria media yang baik Pendidik harus memiliki pandangan luas dalam memilih media yang tepat untuk digunakan, karena hal itu menentukan keberhasilan pembelajaran pada waktu itu. Pendidik juga harus memperhatikan kondisi peserta didik dalam memilih media tersebut, agar peserta didik tidak merasa diberatkan dengan media yang dipakai. Disamping itu pendidik juga harus memperhatikan kondisi dari proses pembelajaran yang sedang berlangsung, karena media yang digunakan akan sangat berpengaruh bagi kelangsungan kegiatan pembelajaran tersebut.

    Demikian juga, dalam pemilihan media pendidikan seseorang harus memperhatikan tempat dan fasilitas yang ada, dan biaya pengadaan media tersebut. Jangan sampai pengadaan media tersebut menjadi beban bagi para pendidik dan juga peserta didik. Maka dari itu kami dalam tulisan ini akan membahas tentang cara-cara dan kriteria pemilihan media pembelajaran yang tepat untuk digunakan, yang sesuai dengan kondisi sekarang dan tidak memberatkan bagi salah satu pihak.

    BalasHapus
  2. Saya akan mencoba menjawab permasalahan Anda yang pertama,dimana ada beberapa pendapat para ahli yaitu :
    Menurut Nana Sudjana, ada beberapa kriteria dalam pemilihan media pembelajaran, diantaranya:
    1. Ketetapan media dengan tujuan pengajaran
    2. Dukungan terhadap isi bahan pelajaran
    3. Kemudahan memperoleh media
    4. Keterampilan guru dalam menggunakannya
    5. Tersedia waktu untuk menggunakannya
    6. Sesuai dengan taraf berfikir anak

    Berkaitan denga pemilihan media ini, Azhar Irsyad menyatakan bahwa kriteria memilih media yaitu:
    1. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
    2. Tepat untuk mendukung isi pelajaran
    3. Praktis, luwes, dan tahan
    4. Guru terampil menggunakannya
    5. Pengelompokan sasaran
    6. Mutu teknis
    Selanjutnya menurut Basuki Wibawa dan Farida Mukti, criteria yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media yaitu:
    1. Tujuan
    2. Karakteristik siswa
    3. Alokasi waktu
    4. Ketersediaan
    5. Efektifitas
    6. Kompatibilitas
    7. Biaya

    BalasHapus
  3. saya akan mencoba menjawab permasalahan anda yang pertama. menurut saya teori yang pas yaitu konsep Teoritis, kenapa?
    karena Teori ini sangat berkaitan dengan apa yang menjadi permasalahan
    dalam penelitian. Dengan berpijak pada kerangka teoritis, penelitian ini
    diharapkan dapat mengkaji suatu masalah dengan benar. Sebagaimana dalam
    buku pendidikan islam bahwa semakin banyak fakta yang diperoleh dalam
    lingkup ilmu pengetahuan, maka semakin besar kegunaannya untuk menyusun
    dan menjelaskan fakta-fakta sehingga menjadi sebuah teori. Dalam kaitan
    inilah diperlukan pemilihan objek (sasaran) penelitian yang pada gilirannya
    akan mengembangkan suatu teori dari ilmu pengetahuan tersebut.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Saya akan menjawab permasalahan yang pertama Menurut Sigit dkk. (2008), kriteria multimedia adalah sebagai berikut:

    1. Memilki lebih dari satu media yang konvergen, misalnya menggabungkan unsur audio dan visual.
    2. Bersifat interaktif, dalam pengertian memiliki kemampuan untuk mengakomodasi respon pengguna.

    3. Bersifat mandiri, dalam pengertian memberi kemudahan dan kelengkapan isi sedemikian rupa sehingga pengguna bisa menggunakan tanpa bimbingan orang lain

    BalasHapus
  6. Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 1
    Berdasarkan ketersediaannya media dapat dikelompokkan menjadi Media Jadi (Media By Utilization) dan Media Rancangan (Media By Design) alasan utama seseorang menggunakan media adalah media dapat berbuat lebih dari biasa yang dilakukan. Pemilihan media dilakukan agar penggunaan media dapat mencapai tujuan pembelajaran, maka haruslah dipilih media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selain itu pemilihan media juga diperhitungkan dari gaya belajar siswa dan mayeri yang hendak di terangkan.

    BalasHapus
  7. Menurut Derek Rowntree, media dapat yang tepat yang digunakan ialah:

    Membangkitkan motivasi belajar
    Mengulang apa yang telah dipelajari
    Menyediakan stimulus belajar
    Mengaktifkan respon murid
    Memberikan feedback dengan segera
    Menggalakkan latihan yang serasa

    BalasHapus
  8. Terimakasih atas postingannya saudari krisna saya akan menjawab permasalahan no 1. Jadi memurut aaya kriteria media yang baik Pendidik harus memiliki pandangan luas dalam memilih media yang tepat untuk digunakan, karena hal itu menentukan keberhasilan pembelajaran pada waktu itu. Pendidik juga harus memperhatikan kondisi peserta didik dalam memilih media tersebut, agar peserta didik tidak merasa diberatkan dengan media yang dipakai. Disamping itu pendidik juga harus memperhatikan kondisi dari proses pembelajaran yang sedang berlangsung, karena media yang digunakan akan sangat berpengaruh bagi kelangsungan kegiatan pembelajaran tersebut.

    Demikian juga, dalam pemilihan media pendidikan seseorang harus memperhatikan tempat dan fasilitas yang ada, dan biaya pengadaan media tersebut. Jangan sampai pengadaan media tersebut menjadi beban bagi para pendidik dan juga peserta didik. Maka dari itu kami dalam tulisan ini akan membahas tentang cara-cara dan kriteria pemilihan media pembelajaran yang tepat untuk digunakan, yang sesuai dengan kondisi sekarang dan tidak memberatkan bagi salah satu pihak.

    BalasHapus
  9. Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 1
    Berdasarkan ketersediaannya media dapat dikelompokkan menjadi Media Jadi (Media By Utilization) dan Media Rancangan (Media By Design) alasan utama seseorang menggunakan media adalah media dapat berbuat lebih dari biasa yang dilakukan. Pemilihan media dilakukan agar penggunaan media dapat mencapai tujuan pembelajaran, maka haruslah dipilih media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selain itu pemilihan media juga diperhitungkan dari gaya belajar siswa dan mayeri yang hendak di terangkan.

    BalasHapus
  10. Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 1
    Berdasarkan ketersediaannya media dapat dikelompokkan menjadi Media Jadi (Media By Utilization) dan Media Rancangan (Media By Design) alasan utama seseorang menggunakan media adalah media dapat berbuat lebih dari biasa yang dilakukan. Pemilihan media dilakukan agar penggunaan media dapat mencapai tujuan pembelajaran, maka haruslah dipilih media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selain itu pemilihan media juga diperhitungkan dari gaya belajar siswa dan mayeri yang hendak di terangkan.

    BalasHapus
  11. Saya setuju dengan pendapat enda bahwa pendidik harus memperhatikan tempat dan fasilitas yang ada, dan biaya pengadaan media tersebut. Jangan sampai pengadaan media tersebut menjadi beban bagi para pendidik dan juga peserta didik. Maka dari itu kami dalam tulisan ini akan membahas tentang cara-cara dan kriteria pemilihan media pembelajaran yang tepat untuk digunakan, yang sesuai dengan kondisi sekarang dan tidak memberatkan bagi salah satu pihak.

    BalasHapus
  12. Media itu harus efektif, efisien, dan menarik. Lalu sesuai dengan prinsip2 dalam pembuatan multimedia. Juga harganya terjangkau.

    BalasHapus
  13. Saya akan sedikit menambahkanharuslah dipilih media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selain itu pemilihan media juga diperhitungkan dari gaya belajar siswa dan mayeri yang hendak di terangkan.

    BalasHapus
  14. Trima kasih buat postingan saudara krisna smoga bermanfaat

    BalasHapus
  15. Wah materinya sangat membantu,thankss ya

    BalasHapus