Landasan teoritis Multimedia Pembelajaran
A. Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medius yang secara harfiah berarti “tengah”, “perantara”, atau “pengantar”. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara () atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.
Menurut Gerlach dan Ely (1971), media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Sehingga guru, buku teks dan lingkungan sekolah marupakan media.
Fleming (1987: 234) menyatakan media berfungsi untuk mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak yaitu siswa dan isi pelajaran.
Hainich dan kawan-kawan (1982) mengemukakan istilah media sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima.
Kesimpulannya, media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima. Sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.
1. Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah media yang membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran menurut Gagne dan Briggs (1975) media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang terdiri dari buku, tape recorder, kaset, video camera, video recorder, film, slide (gambar), foto, gambar, grafik, televisi dan computer.
2. Media Pendidikan
Adapun pengertian media pendidikan itu antara lain:
a. Media pendidikan memiliki pengertian fisik (hardware) atau perangkat keras, yaitu sesuatu benda yang dapat dilihat, didengar atau diraba dengan panea indera.
b. Media pendidikan memiliki pengertian nonfisik (software) atau perangkat lunak, yaitu kandungan pesan yang terdapat dalam perangkat keras yang merupakan isi yang ingin disampaikan kepada siswa.
c. Penekanan media pendidikan terdapat pada visual dan audio.
d. Media pendidikan memiliki pengertian alat bantu pada proses belajar baik di dalam maupun di luar kelas.
e.Media pendidikan dapat digunakan secara missal (radio, TV), kelompok besar dan kecil (film, slide, video, OHP), atau perorangan (modul, computer, radio, tape,/kaset, video recorder).
Jadi kesimpulannya, media pendidikan adalah perantara yang membawa informasi atau pesan-pesan sebagai sumber belajar, baik berupa software dan hardware. Contoh media pendidikan adalah gambar, foto, sketsa, diagram, bagan/chart, grafik, kartun, poster, radio dan lain-lain.
3. Media Massa
Media massa berasal dari dua kata, yaitu media dan massa. Media adalah alat atau perantara, sedangkan massa adalah orang banyak dan masyarakat umum. Jadi dapat disimpulkan bahwa media massa adalah suatu perantara untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat atau orang banyak. Pesannya itu mengandung informasi-informasi yang diperlukan masyarakat, baik mengenai politik, sosial, ekonomi, maupun budaya. Sehingga dengan adanya media massa masyarakat mendapat pengetahuan tentang negaranya. Contoh dari media massa adalah surat kabar dan Koran.
B. Landasan Teoritis Penggunaan Media Pembelajaran
Menurut S Esa Kurnia (2012) Pemerolehan pengetahuan dan ketrampilan, perubahan - perubahan sikap dan perilaku dapat terjadi karena interaksi antara pengalaman baru dengan pengalaman yang pernah dialami sebelumnya. Menurut Brunner dalam Media Pembelajaran mengatakan “ada 3 tingkatan utama modus belajar, yaitu : pengalaman langsung (enactive), pengalaman pictorial / gambar (iconic), dan pengalaman abstrak (symbolic).” Ketiga tingkatan pengalaman itu saling berinteraksi dalam upaya memperoleh pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang baru.
Agar proses belajar mengajar dapat berhasil dengan baik, siswa sebaiknya diajak untuk memanfaatkan semua alat inderanya. Guru berusaha untuk menampilkan rangsangan atau stimulus yang dapat diproses dengan berbagai indera. Semakin banyak alat indera yang digunakan untuk menerima dan mengolah informasi semakin besar kemungkinan informasi tersebut dimengerti dan dapat dipertahankan dalam ingatan. Dengan demikian, siswa diharapkan dapat menerima dan menyerap dengan baik dan mudah pesan-pesan dalam materi yang disajikan.
Levie dan Levie menyimpulkan bahwa stimulus visual membuahkan hasil belajar lebih baik untuk tugas- tugas seperti mengingat, mengenali, dan menghubungkan-hubungkan fakta dan konsep. Stimulus verbal memberi hasil belajar yang lebih apabila pembelajaran itu melibatkan ingatan berurut-urutan. Oleh sebab itu belajar dengan menggunakan indera ganda yaitu pandang dan dengar akan memberi keuntungan bagi siswa. Siswa akan belajar lebih banyak materi yang disajikan dengan stimulus pandang dan dengar.
Gambaran diatas sejalan dengan gambaran yang dibuat oleh Edgar Dale. Dale memperkirakan bahwa pemerolehan hasil belajar melalui indera pandang sekitar 75%, melalui indera dengar sekitar 13%, dan melalui indera lainnya sekitar 12%. Para ahli menyimpulkan bahwa kurang lebih 90% dari hasil belajar melalui indera pandang, 5% diperoleh melalui indera dengar , dan 5% lagi dari indera lainnya.
Hasil belajar seseorang diperoleh mulai dari pengalaman langsung (konkret), kenyataan yang ada di lingkungan kehidupan seseorang, kemudian melalui benda tiruan, sampai kepada lambang verbal (abstrak). Semakin keatas dipuncak kerucut semakin abstrak media penyampaian pesan itu. Pengalaman langsung akan memberikan kesan paling utuh dan paling bermakna mengenai informasi dan gagasan yang terkandung dalam pengalaman itu. Oleh karena ia melibatkan indera penglihatan, pendengaran, perasaan, penciuman, dan peraba. Berikut landasan teoritis penggunaan media pembelajaran:
Penggunaan media dalam proses pembelajaran dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas prestasi belajar. Diharapkan proses pembelajaran menjadi efektif, interaktif, dan efisien. Adapun beberapa landasan dalam penggunaan media pembelajaran, adalah sebagai berikut:
1. Landasan Filosofis
Ada suatu pandangan, bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil dari teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Bisa dikatakan, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Tetapi, siswa harkat kemanusiaannya diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi.
Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki kepribadian, harga diri,motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis.
2. Landasan Psikologis
Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif.
Untuk maksud tersebut, perlu: (1) diadakan pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa serta memberikan kejelasan obyek yang diamatinya, (2) bahan pembelajaran yang akan diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa. Kajian psikologi menyatakan bahwa anak akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit ketimbang yang abstrak.
Dalam proses pembelajaran, media memiliki kontribusi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pengajaran. Kehadiran media tidak saja membantu pengajar dalam menyampaikan materi ajarnya, tetapi memberikan nilai tambah pada kegiatan pembelajaran.
3. Landasan Teknologis
Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, dan penilaian proses dan sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol.
Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalah dilakukan dalam bentuk: kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran yang telah disusun dalam fungsi disain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan sehingga menjadisistem pembelajaran yang lengkap. Komponen-komponen ini termasuk pesan, orang, bahan, media, peralatan, teknik, dan latar.
4. Landasan Empiris
Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya.
Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti gambar, diagram, video, atau film. Sementara siswa yang memiliki tipe belajar auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman suara, atau ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual.
Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pebelajar, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.
5. Landasan Historis
Yang dimaksud dengan landasan historis media pembelajaran ialah rational penggunaan media pembelajaran ditinjau dari sejarah konsep istilah media digunakan dalam pembelajaran. Perkembangan konsep media pembelajaran sebenarnya bermula dengan lahirnya konsepsi pengajaran visual atau alat bantu visual sekitar tahun 1923.
C. Ciri-Ciri Media Pembelajaran
Media pembelajaran sebagai alat penunjang untuk mencapai tujuan pembelajaran maksimal, memiliki beberapa ciri. Ciri media pembelajaran yang dimaksud adalah hal melekat dalam sebuah media, sehingga layak atau patut digunakan sebagai media. Gerlach dan Ely mengemukakan tiga ciri media pembelajaran, yaitu:
1. Ciri Fixative
Ciri ini menggambarkan kemampuan media pembelajaran merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau obyek.
2. Ciri Manipulatif
Kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat disajikan kepada peserta didik dalam waktu dua atau tiga menit, misalnya bagaimana proses metamorfosis kupu-kupu dapat dipercepat dengan teknik rekaman fotografi. Disamping dapat dipercepat, suatu kejadian dapat pula diperlambat pada saat menayangkan kembali hasil suatu rekaman video.
3. Ciri Distributif
Ciri distributif media pembelajaran memungkinkan suatu obyek/ kejadian ditransportasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar peserta didik dengan stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian itu.
D. Multimedia
Konsep multimedia telah banyak
diterapkan dalam dunia pendidikan. Pembelajaran menggunakan multimedia
interaktif berkembang atas dasar pembelajaran konvensional yang tidak bisa
memenuhi kebutuhan peserta didik dalam pembelajaran (Sigit, dkk, 2008). Multimedia
dapat menjadikan suatu aplikasi menjadi sangat interaktif dan menyajikan interface
yang menarik.
1. Pengertian
Multimedia
Multimedia merupakan kombinasi dari
teks, gambar, seni grafik, suara, animasi dan elemen-elemen video yang
dimanipulasi secara digital. Tampilan dan cita rasa dari proyek multimedia
harus menyenangkan, estetis, mengundang dan mengikat. Proyek harus memuat konsistensi
visual, hanya dengan menggunakan elemen-elemen yang mendukung pesan keseluruhan
dari program.
Menurut Gayestik seperti dikutip
oleh Idris (2008), multimedia merupakan suatu sistem komunikai interaktif
erbasis komputer yang mampu menciptakan, menyimpan, menyajikan, dan mengakses
kembali informasi berupa teks, grafik, suara, video, atau animasi.
Secara
etimologis multimedia berasal dari kata multi (bahasa Latin) yang berarti
banyak, bermacam-macam, dan medium (bahasa Latin) yang berarti sesuatu yang
dipakai untuk menyampaikan atau membawa sesuatu. Kata medium dalam American
Heritage Electronic Dictionary (1991) juga diartikan sebagai alat untuk
mendistribusikan dan mempresentasikan informasi (Rachmat dan Alphone,
2005/2006). Maswin (2010) dalam mengemukakan bahwa multimedia merupakan
perpaduan antara berbagai media atau format file yang berupa teks, gambar
(vektor atau bitmap), grafik, sound, animasi, video interaksi dan lain-lain,
sedangkan dari Wikipedia Indonesia ensiklopedia berbahasa Indonesia pengertian
multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks,
suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link)
sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya, dan berkomunikasi.
Selain itu menurut Turban dkk (2002)
mengemukakan pengertian multimedia adalah kombinasi dari paling sedikit dua
media input atau output. Media ini dapat berupa audio (suara,
musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar. Berdasarkan pendapat-pendapat
tersebut penulis mengambil kesimpulan, bahwa multimedia merupakan perpaduan
antara berbagai media yang berupa teks, gambar, suara, animasi, video dengan
memanfaatkan program komputer untuk menyampaikan pesan kepada para pengguna.
1.1 Kriteria
Multimedia dalam Pembelajaran
Menurut Sigit dkk. (2008),
kriteria multimedia adalah sebagai berikut:
1. Memilki
lebih dari satu media yang konvergen, misalnya menggabungkan unsur audio dan
visual.
2. Bersifat
interaktif, dalam pengertian memiliki kemampuan untuk mengakomodasi respon
pengguna.
3. Bersifat
mandiri, dalam pengertian memberi kemudahan dan kelengkapan isi sedemikian rupa
sehingga pengguna bisa menggunakan tanpa bimbingan orang lain
1.2 Jenis
Multimedia
Menurut Sigit, dkk. (2008)
multimedia terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
1. Multimedia
Linier
Multimedia linier adalah suatu
multimedia yang tidak dilengkapi oleh alat pengontrol apapun yang dapat
dioperasikan oleh pengguna. Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan),
contohnya: TV dan film.
2. Multimedia
Interaktif
Multimedia interaktif dilengkapi oleh
alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat
memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contohnya: video
game, pembelajaran interaktif, dan lain-lain.
1.3 Pemanfaatan
Multimedia Berbasis Komputer Dalam pembelajaran
Beberapa
bentuk pemanfaatan multimedia berbasis komputer yang dapat
digunakan dalam proses
pembelajaran, meliputi :
1. Multimedia
Presentasi
Multimedia presentasi
digunakan untuk menjelaskan
materi-materi yang
sifatnya teoritis digunakan dalam
pembelajaran klasikal, baik untuk kelompok kecil maupun kelompok besar. Media
ini cukup efektif, sebab menggunakan multimedia projector yang memiliki
jangkauan pancar cukup besar. Dalam sudut pandang proses pembelajaran,
presentasi merupakan salah satu metode pembelajaran. Pemanfaatan multimedia
berbasis komputer dalam presentasi ini telah memberikan pengaruh yang sangat
besar, bukan hanya pada pengembangan kegiatan praktis dalam kegiatan presentasi
pembelajaran, akan tetapi juga pada teori-teori yang mendasarinya.
2. Sarana
Simulasi
Dengan
hadirnya generasi software yang ampuh dan canggih, komputer masa
kini merebakkan
jenis-jenis kegiatan yang benar-benar mampu mengefektifkan media pembelajaran.
Misalnya, multimedia berbasis komputer ini ditambah software tertentu
dapat dimanfaatkan sebagai sarana dalam simulasiuntuk melatih keterampilan
dan kompetensi tertentu.
3. Video pembelajaran
Pemanfaatan
multimedia berbasis komputer dalam pembelajar, selain dapat digunakan untuk
multimedia presentasi, dapat juga dimanfaatkan untuk memutar video pembelajaran
. Video juga dapat memperkaya pemaparan sebagai bahan
terintegrasi dengan media lain seperti teks atau gambar.
1.4. Kelebihan
Pembelajaran Menggunakan Multimedia
Menurut
Townsend seperti dikutip oleh Idris (2008), multimedia memliki beberapa
keuntungan, yaitu:
- Multimedia
masuk akal sehingga dapat meningkatkan pembelajaran.
- Multimedia meningkatkan
ekpresi diri dengan membiarkan pelajar untuk memutuskan sendiri.
- Multimedia membuat pelajar
menjadi ’pemilik’ sehingga mereka bisa menciptakan apa yang hendak mereka
pelajari.
- Multimedia menciptakan suasana
yang aktif, sehingga pelajar dapat terlibat langsung.
- Multimedia
dapat menjembatani komunikasi pelajar dengan instruktur.
- Pemakaian
multimedia sudah tidak asng lagi karena telah digunakan dalam kehidupan
sehari-hari seperti video game dan televisi
- permasalahannya :
- jelaskan kriteria pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa itu seperti apa?
- apakah landasan yang paling mendasar dalam pemilihan suatu media yang sesuai dengan pembelajaran yang berlaku?

Terimakasih atas postingannya saudari krisna saya akan menjawab permasalahan no 1. Jadi memurut aaya kriteria media yang baik Pendidik harus memiliki pandangan luas dalam memilih media yang tepat untuk digunakan, karena hal itu menentukan keberhasilan pembelajaran pada waktu itu. Pendidik juga harus memperhatikan kondisi peserta didik dalam memilih media tersebut, agar peserta didik tidak merasa diberatkan dengan media yang dipakai. Disamping itu pendidik juga harus memperhatikan kondisi dari proses pembelajaran yang sedang berlangsung, karena media yang digunakan akan sangat berpengaruh bagi kelangsungan kegiatan pembelajaran tersebut.
BalasHapusDemikian juga, dalam pemilihan media pendidikan seseorang harus memperhatikan tempat dan fasilitas yang ada, dan biaya pengadaan media tersebut. Jangan sampai pengadaan media tersebut menjadi beban bagi para pendidik dan juga peserta didik. Maka dari itu kami dalam tulisan ini akan membahas tentang cara-cara dan kriteria pemilihan media pembelajaran yang tepat untuk digunakan, yang sesuai dengan kondisi sekarang dan tidak memberatkan bagi salah satu pihak.
Saya akan mencoba menjawab permasalahan Anda yang pertama,dimana ada beberapa pendapat para ahli yaitu :
BalasHapusMenurut Nana Sudjana, ada beberapa kriteria dalam pemilihan media pembelajaran, diantaranya:
1. Ketetapan media dengan tujuan pengajaran
2. Dukungan terhadap isi bahan pelajaran
3. Kemudahan memperoleh media
4. Keterampilan guru dalam menggunakannya
5. Tersedia waktu untuk menggunakannya
6. Sesuai dengan taraf berfikir anak
Berkaitan denga pemilihan media ini, Azhar Irsyad menyatakan bahwa kriteria memilih media yaitu:
1. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
2. Tepat untuk mendukung isi pelajaran
3. Praktis, luwes, dan tahan
4. Guru terampil menggunakannya
5. Pengelompokan sasaran
6. Mutu teknis
Selanjutnya menurut Basuki Wibawa dan Farida Mukti, criteria yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media yaitu:
1. Tujuan
2. Karakteristik siswa
3. Alokasi waktu
4. Ketersediaan
5. Efektifitas
6. Kompatibilitas
7. Biaya
saya akan mencoba menjawab permasalahan anda yang pertama. menurut saya teori yang pas yaitu konsep Teoritis, kenapa?
BalasHapuskarena Teori ini sangat berkaitan dengan apa yang menjadi permasalahan
dalam penelitian. Dengan berpijak pada kerangka teoritis, penelitian ini
diharapkan dapat mengkaji suatu masalah dengan benar. Sebagaimana dalam
buku pendidikan islam bahwa semakin banyak fakta yang diperoleh dalam
lingkup ilmu pengetahuan, maka semakin besar kegunaannya untuk menyusun
dan menjelaskan fakta-fakta sehingga menjadi sebuah teori. Dalam kaitan
inilah diperlukan pemilihan objek (sasaran) penelitian yang pada gilirannya
akan mengembangkan suatu teori dari ilmu pengetahuan tersebut.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSaya akan menjawab permasalahan yang pertama Menurut Sigit dkk. (2008), kriteria multimedia adalah sebagai berikut:
BalasHapus1. Memilki lebih dari satu media yang konvergen, misalnya menggabungkan unsur audio dan visual.
2. Bersifat interaktif, dalam pengertian memiliki kemampuan untuk mengakomodasi respon pengguna.
3. Bersifat mandiri, dalam pengertian memberi kemudahan dan kelengkapan isi sedemikian rupa sehingga pengguna bisa menggunakan tanpa bimbingan orang lain
Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 1
BalasHapusBerdasarkan ketersediaannya media dapat dikelompokkan menjadi Media Jadi (Media By Utilization) dan Media Rancangan (Media By Design) alasan utama seseorang menggunakan media adalah media dapat berbuat lebih dari biasa yang dilakukan. Pemilihan media dilakukan agar penggunaan media dapat mencapai tujuan pembelajaran, maka haruslah dipilih media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selain itu pemilihan media juga diperhitungkan dari gaya belajar siswa dan mayeri yang hendak di terangkan.
Menurut Derek Rowntree, media dapat yang tepat yang digunakan ialah:
BalasHapusMembangkitkan motivasi belajar
Mengulang apa yang telah dipelajari
Menyediakan stimulus belajar
Mengaktifkan respon murid
Memberikan feedback dengan segera
Menggalakkan latihan yang serasa
Terimakasih atas postingannya saudari krisna saya akan menjawab permasalahan no 1. Jadi memurut aaya kriteria media yang baik Pendidik harus memiliki pandangan luas dalam memilih media yang tepat untuk digunakan, karena hal itu menentukan keberhasilan pembelajaran pada waktu itu. Pendidik juga harus memperhatikan kondisi peserta didik dalam memilih media tersebut, agar peserta didik tidak merasa diberatkan dengan media yang dipakai. Disamping itu pendidik juga harus memperhatikan kondisi dari proses pembelajaran yang sedang berlangsung, karena media yang digunakan akan sangat berpengaruh bagi kelangsungan kegiatan pembelajaran tersebut.
BalasHapusDemikian juga, dalam pemilihan media pendidikan seseorang harus memperhatikan tempat dan fasilitas yang ada, dan biaya pengadaan media tersebut. Jangan sampai pengadaan media tersebut menjadi beban bagi para pendidik dan juga peserta didik. Maka dari itu kami dalam tulisan ini akan membahas tentang cara-cara dan kriteria pemilihan media pembelajaran yang tepat untuk digunakan, yang sesuai dengan kondisi sekarang dan tidak memberatkan bagi salah satu pihak.
Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 1
BalasHapusBerdasarkan ketersediaannya media dapat dikelompokkan menjadi Media Jadi (Media By Utilization) dan Media Rancangan (Media By Design) alasan utama seseorang menggunakan media adalah media dapat berbuat lebih dari biasa yang dilakukan. Pemilihan media dilakukan agar penggunaan media dapat mencapai tujuan pembelajaran, maka haruslah dipilih media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selain itu pemilihan media juga diperhitungkan dari gaya belajar siswa dan mayeri yang hendak di terangkan.
Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 1
BalasHapusBerdasarkan ketersediaannya media dapat dikelompokkan menjadi Media Jadi (Media By Utilization) dan Media Rancangan (Media By Design) alasan utama seseorang menggunakan media adalah media dapat berbuat lebih dari biasa yang dilakukan. Pemilihan media dilakukan agar penggunaan media dapat mencapai tujuan pembelajaran, maka haruslah dipilih media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selain itu pemilihan media juga diperhitungkan dari gaya belajar siswa dan mayeri yang hendak di terangkan.
Saya setuju dengan pendapat enda bahwa pendidik harus memperhatikan tempat dan fasilitas yang ada, dan biaya pengadaan media tersebut. Jangan sampai pengadaan media tersebut menjadi beban bagi para pendidik dan juga peserta didik. Maka dari itu kami dalam tulisan ini akan membahas tentang cara-cara dan kriteria pemilihan media pembelajaran yang tepat untuk digunakan, yang sesuai dengan kondisi sekarang dan tidak memberatkan bagi salah satu pihak.
BalasHapusMedia itu harus efektif, efisien, dan menarik. Lalu sesuai dengan prinsip2 dalam pembuatan multimedia. Juga harganya terjangkau.
BalasHapusSaya akan sedikit menambahkanharuslah dipilih media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selain itu pemilihan media juga diperhitungkan dari gaya belajar siswa dan mayeri yang hendak di terangkan.
BalasHapusTrima kasih buat postingan saudara krisna smoga bermanfaat
BalasHapusWah materinya sangat membantu,thankss ya
BalasHapus