Sabtu, 05 Mei 2018

PRESESNTASI E-LEARNING PEMBELAJARAN KIMIA

Presentasi E-learning Pembelajaran Kimia
Tujuan Pembelajaran    I
Setelah proses pembelajaran selesai diharapkan peserta didik mampu : 
  1. Menjelaskan kestabilan atom berdasarkan konfigurasi gas mulia dengan benar
  2.  Menggambar lambang Lewis atom logam dan non logam dengan benar
  3. Menentukan atom yang dapat membentuk ion positif dan ion negatif dengan benar
  4. Menganalisis proses pembentukan ikatan ion dengan benar
E-learning adalah kegiatan belajar yang menggunakan internet yang dapat dikombinasikan dengan kegiatan tatap muka yang ada di lembaga pendidikan.
Keberhasilan penerapan dari e-learning bergantung pada beberapa faktor antara lain teknologi, materi pembelajaran dan karakteristik dari peserta didik. Teknologi merupakan faktor pertama yang mempunyai peran penting di dalam penerapan e-learning, karena jika teknologi tidak mendukung maka sangat sulit untuk menerapkan e-learning, minimal sekolah mempunyai komputer. Materi pembelajaran juga harus sesuai dengan tujuan pembelajaran, dijabarkan secara jelas atau diberikan link ataupun petunjuk sumber pembelajaran yang lain. Karaktersitik peserta didik juga sangat dibutuhkan karena nilai utama di dalam e-learning adalah kemandirian. adapun suatu pembelajaran pada e-learning yg mana kami jelaskan tentang ikatan kimia.




untuk lebih lanjut mengenai materi yang saya posting silahkan kunjungi link berikut
https://youtu.be/rMl71k2wEx4

permasalahan :
1. E-learning sangat berbeda dengan pembelajaran secara tradisional. Pada pembelajaran tradisional, peran pendidik masih cukup dominan, sedangkan pada e-learning peserta pendidik harus mempunyai kesadaran untuk belajar secara aktif dan mandiri. Nah dalam e-learning ini bagaimana dengan siswa kurang memiliki kesadaran dalam belajar secara efektif dan mandiri?apakah ada cara untuk mengatasinya?

15 komentar:

  1. 1.Rasa percaya diri siswa

    Pembelajaran yang berlangsung di ruang kelas perlu menumbuhkan nuansa rasa percaya diri pada siswa. Percaya diri untuk menguasai materi pelajaran maupun melakukan aktivitas belajar.

    Siswa dapat menunjukkan rasa percaya diri untuk mengajukan pertanyaan pada guru, menjawab pertanyaan guru maupun temannya ketika proses belajar berlangsung. Percaya diri untuk tampil ke depan kelas, berdiskusi kelompok dan lain sebagainya.

    2.Motivasi belajar mandiri

    Siswa termotivasi untuk belajar secara mandiri. Memang, ini termasuk langkah yang cukup rumit. Namun demikian strategi yang dipertimbangkan adalah, bagaimana siswa memiliki kemauan untuk melakukan eksplorasi terhadap materi pelajaran seluas-luasnya atas kemauan sendiri.

    Untuk itu perlu arahan dan dorongan semangat pada diri siswa. Tidak ada materi pelajaran yang sulit kalau siswa betul-betul mau mempelajarinya. Kemudian mengetahui bagaimana cara mempelajarinya.

    Betapapun sulitnya materi pelajaran, pasti bisa dikuasai jika ada kemauan dan mengetahui cara belajarnya. Kalau begitu, siswa tak perlu kalang kabut ketika menghadapi ujian.

    Motivasi belajar mandiri juga perlu ketika siswa tampil ke depan kelas untuk mengerjakan sesuatu atau tugas tertentu yang diberikan. Disini siswa tidak perlu takut salah dalam mengerjakan tugas itu. Juga tidak perlu khawatir akan dicemooh oleh siswa lain.

    Jika hasil pekerjaannya salah di depan kelas, guru memberi jaminan untuk memperbaikinya bersama siswa. Jaminan ini juga diberikan berkaitan siswa yang mencemooh temannya tampil ke depan kelas. Guru perlu memberi ganjaran bagi siswa yang mencemooh temannya.

    3.Mandiri dalam ujian

    Ujian adalah proses pembelajaran untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap materi pelajaran. Proses ujian yang baik mencerminkan bagaimana proses belajar yang dilakukan oleh siswa sebelumnya.

    Bekerja sama dalam belajar, itu sangat penting. Misalnya kerja sama dalam belajar kelompok diskusi. Bekerja sama mengerjakan tugas kelompok yang diberikan guru. Namun kerja sama itu tidak berlaku ketika ujian berlangsung. Ujian harus dikerjakan secara mandiri oleh siswa. Kerja sama siswa dalam ujian, menyontek bareng, menunjukkan sikap tidak mandiri siswa. Menunjukkan bahwa siswa tidak mampu mengerjakan ujian.
    Baca : Tujuan dan Manfaat Belajar Kelompok di Rumah
    Upaya melatih siswa terbiasa mandiri dalam mengerjakan ujian dapat dilakukan dengan langkah mengatur tempat duduk siswa. Kemudian mengurangi ancaman terhadap siswa jika memperoleh nilai rendah dalam ujian. Sebaliknya memberikan dorongan semangat bahwa siswa mampu mengerjakan soal ujian sendiri. Oleh sebab itu siswa tak perlu kasak-kusuk mencontek hasil pekerjaan siswa lain.
    Baca juga : Cara Menata Tempat Duduk Siswa
    Jika memang hasil ujian siswa tidak memuaskan, masih ada jalan lain yang diberikan guru, yaitu program remedial. Sistem penilaian menganut ketuntasan belajar (mastery learning) dimana siswa harus mencapai target yang ditetapkan oleh masing-masing guru mata pelajaran.


    Dapat disimpulkan bahwa sikap mandiri pada siswa mutlak dilatihkan pada siswa melalui proses belajar dan mengajar (PBM) di ruang kelas. Siswa yang terlatih mandiri akan dapat mengatasi masalah dengan cerdas dan kreatif.

    BalasHapus
  2. Menurut saya cara mengatasi nya ya kita lihat umpan balik siswanya seperti apa, dan kita harus seing memberika tugas dan kita lihat apakah siswa benar2 mnegerjakannya, dan cara mengatasi nya itu kembali lagi ke siswanya jika guru sudah berupaya keras agar siswa mandiri dan kreatif tapi siswanya tidak ada kemamuan makan semuanya akan percuma

    BalasHapus
  3. Menurut saya cara mengatasi nya ya kita lihat umpan balik siswanya seperti apa, dan kita harus seing memberika tugas dan kita lihat apakah siswa benar2 mnegerjakannya, dan cara mengatasi nya itu kembali lagi ke siswanya jika guru sudah berupaya keras agar siswa mandiri dan kreatif tapi siswanya tidak ada kemamuan makan semuanya akan percuma

    BalasHapus
  4. Saya akan mencoba menjawab permasalahan saudari krisna
    Menurut saya jika sidwanya kurang memiliki minat dalam belajar, tentu kembali ke siswanya karena jika dipaksa tentu hal tersebut tidak akan memberikan hasil yang baik. Dan meskipun begitu, diharapkan juga motivasi dari guri dan orang tua siswa agar minat belajar siswa kan timbul nantinya

    BalasHapus
  5. Sebagai guru harus nya membangkitkan semangat siswa untuk belajar giat dann mandiri..dengan cara memotifasi nya dan memberikan apresiasi kepada siswa yang sudah mau belajar giat dan mandiri

    BalasHapus
  6. Menurut saya, sang guru harus membangkitkan motivasi belajar siswa. Diberikan pendalaman pada siswa, bagaimana penting nya belajar, dan apa yang terjadi jika tidak belajar, dengan itu siswa bisa berpikir mana yang baik bagi nya.

    BalasHapus
  7. Menurut saya cara mengatasi nya ya kita lihat umpan balik siswanya seperti apa, dan kita harus seing memberika tugas dan kita lihat apakah siswa benar2 mnegerjakannya, dan cara mengatasi nya itu kembali lagi ke siswanya jika guru sudah berupaya keras agar siswa mandiri dan kreatif tapi siswanya tidak ada kemamuan makan semuanya akan percuma
    Balas

    BalasHapus
  8. Menurut saya cara mengatasi nya ya kita lihat umpan balik siswanya seperti apa, dan kita harus seing memberika tugas dan kita lihat apakah siswa benar2 mnegerjakannya, dan cara mengatasi nya itu kembali lagi ke siswanya jika guru sudah berupaya keras agar siswa mandiri dan kreatif tapi siswanya tidak ada kemamuan makan semuanya akan percuma
    Balas

    BalasHapus
  9. Terima kasih ini membantu , tapi sayang nya ini kurang lengkap

    BalasHapus
  10. Jika kita berusaha pasti bisa. Dengan cara memaksimalkan kemampuan dengan baik.

    BalasHapus
  11. Kita harus menyadarkannya. Karna bagaimanapun tugas siswa itu adalah belajar dan belajar.

    BalasHapus
  12. Saya akan sedikit menambahkanMotivasi belajar mandiri juga perlu ketika siswa tampil ke depan kelas untuk mengerjakan sesuatu atau tugas tertentu yang diberikan. Disini siswa tidak perlu takut salah dalam mengerjakan tugas itu. Juga tidak perlu khawatir akan dicemooh oleh siswa lain.

    Jika hasil pekerjaannya salah di depan kelas, guru memberi jaminan untuk memperbaikinya bersama siswa. Jaminan ini juga diberikan berkaitan siswa yang mencemooh temannya tampil ke depan kelas. Guru perlu memberi ganjaran bagi siswa yang mencemooh temannya.

    BalasHapus
  13. Yaitu dengan melengkapi fasilitas multimedia tersebut. Media berbasis komputer tidak dapat dioperasikan tanpa adanya
    software/ perangkat lunak pendukung, oleh karenya diperlukan adanya
    software pedukung dalam hal ini merupakan program aplikasi yang dapat
    dipergunakan dalam membuat media pembelajaran berbasis komputer baik
    dalam bentuk presentasi, simulasi maupun tutorial.

    BalasHapus
  14. Trima kasih sungguh sangat membantu sekali tetap semangat


    BalasHapus
  15. Trima kasih sungguh sangat membantu sekali tetap semangat


    BalasHapus