Minggu, 06 Mei 2018

MULTIMEDIA PEMBELAJARAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Multimedia Pembelajaran di Era Revolusi Industri 4.0

A. Revolusi industri bertumpu pada perubahan sebelumnya
Revolusi industri (RI) pertama yang dimulai sejak 1784 memperkaryakan air dankekuatan uap untuk mekanisasi sistem produksi. RI kedua yang dimulai tahun 1870 menggunakan daya listrik untuk melangsungkan produksi masal. Sedangkan RI ketiga yangdimulai tahun 1969 menggunakan kekuatan elektronik dan teknologi informasi untukotomatisasi proses produksi. Sekarang dunia telah memasuki era baru RI keempat, di manakekuatannya bertopang pada revolusi industri ketiga. Dalam abad ini, RI ini ditandai denganbersatunya beberapa teknologi sehingga kita melihat suatu area baru yang terdiri dari tigabidang ilmu independen: fisika, digital dan biologi.Sebenarnya, dunia sudah sangat maju akibat RI ketiga yang juga disebut sebagairevolusi digital. Dalam tahap ini, dunia memperoleh internet dengan interkonektivitas yangbegitu cepat. Tak terpikir sebelumnya bahwa kita bisa menjelejahi dunia maya denganmenggunakan komputer. Di samping itu, kita sekarang dapat melihat berbagai otomatisasiterjadi pada pabrik-pabrik yang memproduksi barang secara masal, data pada setiap bagiansuatu organisasi yang masif jumlahnya yang saat ini dikenal sebagai big data”, serta saranalogistik yang terorganisasi dengan begitu baik. Hal ini dimungkinkan karena ruang lingkupotomatisasi dapat ditingkatkan mengikuti Hukum Moore – suatu pengamatan bahwa jumlahtransistor pada suatu sirkuit terpadu meningkat dua kali lipat setiap dua tahun. Selain menyebabkan kerusakan lingkungan akibat pertanian modern, kemajuan bidang otomatisasi juga telah menyebabkan munculnya "revolusi hijau." 
Hukum Moore umumnya mengaculangsung ke sirkuit elektronik yang menjadi teknologi dasar dalam era ini. Hukum inimemiliki implikasi yang lebih luas yaitu bahwa output bisa bertumbuh sebagai fungsieksponensial input. Hukum Moore menghasilkan daya komputasi yang semakin besar yangmemungkinkan terjadinya otomatisasi dari proses yang sangat kompleks sekalipun. Dibeberapa bidang, seperti bioteknologi, laju inovasi bahkan telah melampaui Hukum Moore.Ambil suatu contoh: Akibat inovasi bioteknologi, biaya sekuensing genom telah jatuh dariUSD 100.000 pada tahun 2001 menjadi USD 5.000 di 2010, dan sekarang hanya tinggal USD1.400. Moore juga memperkenalkan teori "Crossing the chasm” (Melintas jurang). Konsep inimengakui adanya kesenjangan antara para pengadopsi awal teknologi baru dan mayoritasawal sebagai para pengadopsi di kemudian hari. Jurang ini paling mudah dijembatani olehinovasi berkelanjutan yang dapat meminimalkan gangguan terhadap konsumen.RI keempat bertopang pada RI ketiga, dengan ciri transformasi yang berbeda darirevolusi sebelumnya. RI keempat bahkan menjadi fokus utama perdebatan pada PertemuanTahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum, WEF) pada tanggal 2013 Januari2016 di Davos, Swiss. Setidaknya ada tiga hal yang membedakan RI keempat dibanding RIsebelumnya. Tiga hal tersebut menjadi alasan mengapa transformasi yang terjadi saat inibukan merupakan suatu perpanjangan revolusi digital, namun lebih merupakan suaturevolusi transformasi baru.
Pertama, inovasi dapat dikembangkan dan menyebar jauh lebihcepat dari sebelumnya. Kecepatan terjadinya terobosan-terobosan baru pada era ini terjadipada skala eksponensial dan bukan lagi pada skala linear. Kedua, penurunan biaya produksimarjinal dan munculnya platform yang dapat menyatukan dan mengkonsentrasikanbeberapa bidang keilmuan terbukti meningkatkan output pekerjaa

Manufaktur yang terhubung secara digital, yang seringkali disebut sebagai “Industry 4.0”, mencakup berbagai jenis teknologi, mulai dari 3D printing hingga robotik, jenis material baru serta sistem produksi.
Langkah menuju Industry 4.0  ini akan memberikan manfaat bagi sektor swasta. Produsen besar yang terintegrasi akan dapat mengoptimalkan serta menyederhanakan rantai suplai mereka, contohnya melalui sistem flexible factories . Sistem manufaktur yang dioperasikan secara digital juga akan membuka peluang-peluang pasar baru bagi UKM penyedia teknologi seperti sensor, robotik, 3D printing atau teknologi komunikasi antar mesin.
Perusahaan yang siap menyambut revolusi industri ini adalah mereka yang dapat membangun ekosistem produksi berbasis konsep Industry 4.0, seperti perusahaan-perusahaan platform-as-services (PaaS), seperti Pivotal, serta perusahaan-perusahaan lain yang dapat menyediakan infrastruktur jaringan untuk Industrial Internet.
Tak heran, meskipun konsep Industry 4.0 ini masih merupakan hal yang baru, baik negara-negara maju maupun berkembang sudah siap menyambutnya, tentunya dengan alasan yang berbeda.
Bagi negara-negara maju, Industry 4.0 – sebuah istilah yang pertama kali diciptakan di Jerman – dapat menjadi cara untuk mendapatkan kembali daya saing infrastruktur, khususnya bagi negara-negara Eropa Barat, yang saat ini tidak mengalami pemotongan biaya listrik seperti di AS.  
Bagi negara-negara berkembang, Industry 4.0 dapat membantu menyederhanakan rantai suplai produksi, yang dalam hal ini sangat dibutuhkan guna mengakali biaya tenaga kerja yang kian meningkat. Sebagai contoh, rencana 10 tahun Cina yang diumumkan bulan Mei tahun lalu yang berjudul “Made in China 2025”, menargetkan sektor-sektor inti seperti robotik, teknologi informasi dan energi, dalam upaya mengubah negara yang kini dikenal sebagai “raksasa manufaktur” menjadi “penggerak manufaktur dunia” – untuk itu, Cina akan menggempur nilai investasi R&D hingga 1,7% dari jumlah total pendapatan manufaktur di tahun 2025.
Produsen besar yang terintegrasi seperti Intel atau GE sudah mulai bersiap-siap. Hanya dalam 18 bulan, Industrial Internet Consortium (IIC) yang didirikan oleh keduanya, bekerjasama dengan IBM, AT&T dan Cisco, berkembang dari hanya beranggotakan lima perusahaan hingga saat ini telah beranggotakan 200 perusahaan besar maupun kecil.
Meski menjanjikan, masih banyak hal yang harus dilakukan untuk mewujudkan Industry 4.0 dalam skala besar. Contohnya, dalam hal regulasi, para perancang kebijakan harus dapat memastikan arus data, yang merupakan jantung dari Industry 4.0, dapat bergerak dengan bebas dan aman melalui rantai suplai secara lintas negara. Hal ini akan memakan waktu yang tidak sedikit.
Selain itu, sektor swasta harus membuktikan bahwa keuntungan yang didapat dari Industry 4.0 dapat melampaui biaya yang harus dikeluarkan – baik dari segi modal maupun politik. Hal ini sudah mulai dilakukan oleh perusahaan-perusahaan seperti GE, BELECTRIC dan Kofler Energies yang menguji potensi Industrial Internet dalam menggabungkan panas dan pembangkitan listrik; atau  upaya IIC menjalankan proyek-proyek percobaan. Percobaan yang terbaru yang dilakukan IIC adalah menyediakan komponen mesin dengan “akta kelahiran digital” yang mampu melacak kondisi mesin tersebut sepanjang usia operasionalnya, sehingga para insinyur dapat memprediksi di mana dan kapan harus melakukan perawatan. IIC juga mengorganisir sejumlah konferensi di mana para anggotanya dapat berbagi pengalaman dan best practices dalam tahap awal pengimplementasian konsep Industrial Internet, seperti Industry of Things World USA Conference yang diadakan di San Diego pada bulan Februari 2016.
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir meminta perguruan tinggi harus menyesuaikan sistem dan program pendidikan agar relevan dengan revolusi industri 4.0. Salah satunya melalui rekonstruksi kurikulum yang bisa meningkatkan kompetensi mahasiswa.
"Kurikulum harus sesuai kebutuhan era digital seperti ilmu coding, big data, artificial intelligence dan lainnya. Selain itu menggunakan format baru dalam proses pembelajaran mulai dari face to face, blended learning, maupun full online learning,” ujar Menteri Nasir dalam forum diskusi dengan Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jawa Tengah, Sabtu (24/2).
Dia menyebutkan, tantangan ekonomi digital sudah di depan mata. Berdasarkan kajian World Bank tahun 2017, diperkirakan 75-375 juta tenaga kerja global akan beralih profesi, di mana 65 persen jenis pekerjaan masa depan belum ditemukan.
Akan muncul jenis pekerjaan baru akibat revolusi industri 4.0. "Artinya perguruan tinggi harus mampu mengantisipasi peralihan jenis pekerjaan di era ekonomi digital ini dengan menyiapkan kompetensi dosen dan kurikulum yang tepat,” ujar Nasir.
Kemenristekdikti telah menyiapkan langkah dan kebijakan bidang riset, inovasi dan pendidikan tinggi untuk menghadapi tantangan revolusi industri 4.0.
Dunia kerja di era ekonomi digital membutuhkan kombinasi berbagai kompetensi berbeda dengan yang selama ini diberikan oleh sistem pendidikan tinggi.
Oleh karena itu perguruan tinggi harus membekali mahasiswa dengan kompetensi yang dibutuhkan tersebut agar mampu bersaing di era ekonomi digital.
"Perguruan tinggi saya minta mulai menyiapkan pembelajaran daring (Online/Distance Learning) dengan merujuk pada Peraturan Menteri tentang Standar Pendidikan Tinggi Jarak Jauh (PJJ). PJJ bisa dilaksanakan pada tingkat mata kuliah, program studi, dan perguruan tinggi (cyber university)," paparnya.

Pemerintah terus menggodok roadmap menyambut revolusi industri 4.0. Teknologi canggih akan mendominasi sektor industri. Lalu apa manfaat revolusi industri 4.0 bagi masyarakat?
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, revolusi industri 4.0 akan memberikan kemudahan bagi masyarakat. Kemudahan itu terutam dalam hal mobilitas sehari-hari. Artinya, kegiatan yang dilakukan setiap hari bisa dilakukan dengan teknologi. "Masyarakat mulai bisa mengontrol home appliances peralatan rumah tangga dengan smartphone," ujarnya di JCC, Jakarta, Rabu (4/4).
Pemanfaatan teknologi itu sejatinya sudah dirasakan masyarakat saat ini. Sebut saja penggunaan smartphone untuk menghidupkan televisi maupun air conditioner (AC). "Masyarakat sudah mulai biasa melakukan interaksi antara mesin di rumah dengan smartphone  bahkan di beberala rumah, smartphone bisa untuk CCTV  kemudian lampu di kamar matikan lampu nyalakan lampu , yang pakai solar sel bisa mengkontrol setiap hari bisa listrik yang di produksi solar panel berapa," jelas dia.
Diharapkan revolusi industri 4.0 bisa diterima masyarakat secara baik. Di sisi lain, pemerintah juga terus berupaya agar perubahan tersebut tidak merugikan masyarakat. "Nah ini kedepan ini semakin intens," tandasnya.
Pentingnya Menguasai Teknologi Informasi (multimedia) di Era Revolusi Industri 4.0

Digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau, tetapi tranmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengirim data yang relative dekat. Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan sinyal diskret.  Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada sinyal digital. Sebuah bit dapat berupa nol (0) atau satu (1). Kemungkinan nillai untuk sebuah bit adalah 2 buah (21). Kemungkinan nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), berupa 00,01,10, dan 11. Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang terbentuk oleh kombinasi n bit adalah sebesar 2n buah. Teknologi digital memiliki beberapa keistimewaan unik yang tidak dapat ditemukan pada teknologi analog, seperti :
1.      Mampu mengirim informasi dengan kecepatan cahaya yang mengakibatkan innformasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi.
2.      Penggunaan yang berulang-ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kwalitas dan kuantitas informasi itu sendiri.
3.      Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk.
4.      Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirimkannya secara interaktif.
  SEJARAH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DIGITAL
Teknologi digital yang telah terjadi sejak tahun 1980 dan berlanjut sampai hari ini. Revolusi itu pada awalnya mungkin dipicu oleh sebuah generasi remaja yang lahir pada tahun 80-an. Analog dengan revolusi pertanian, revolusi Industri, revolusi digital menandai awal era Informasi. Revolusi digital ini telah mengubah cara pandang seseorang dalam menjalani kehidupan yang sangat canggih saat ini. Sebuah teknologi yang membuat perubahan besar kepada seluruh dunia, dari mulai membantu mempermudah segala urusan sampai membuat masalah karena tidak bisa menggunakan fasilitas digital yang semakin canggih ini dengan baik dan benar.
Dasar Teknologi Informasi dan Komunikasi Revolusi digital didasari dengan adanya perkembangan komputer elektronik digital, komputer pribadi, dan khususnya mikroprosesor dengan kinerjanya terus meningkat (seperti yang dijelaskan oleh [Moore [s hukum]]), yang memungkinkan teknologi komputer untuk tertanam ke berbagai objek besar dari kamera ke pemutar musik pribadi. Sama pentingnya adalah pengembangan teknologi transmisi termasuk jaringan komputer, para Internet dan penyiaran digital. 3G ponsel, yang tumbuh pesat penetrasi sosial di tahun 2000, juga memainkan peran yang sangat besar dalam revolusi digital karena mereka secara bersamaan memberikan hiburan di mana-mana, komunikasi, dan konektivitas online. Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.
Perkembangan Teknologi Analog ke Digital Perkembangan teknologi pada awalnya dimulai dari teknologi analog. Ketika komputer personal muncul pertama kali, komunikasi dan modem analog baru mencapai kecepatan 300 atau 1200 bit per detik. Saat ini kecepatan 24,4 kbps atau 33,6 kbps merupakan hal yang umum. Dan seiring dengan perkembangan jaman, teknologi ini pun berevolusi ke teknologi digital. Teknologi analog dalam pengetahuan secara awam adalah teknologi yang masih menggunakan teknologi yang serba manual dan mungkin sangat merepotkan. Teknologi-teknologi analog diperkirakan mampu mendekati batas kecepatan teoritis, tetapi modem-modem jenis ini mempunyai kelemahan karena komunikasi suara & transfer data tidak dapat dilakukan secara bersamaan. Berbeda dengan teknologi digital yang sudah sering kita gunakan. Teknologi digital yang muncul pada awal tahun 1980-an ini dikenal mudah, canggih, dan lebih efisien dalam bekerja. Perkembangan teknologi analog dan digital tidak hanya terjadi dalam dunia komputer saja, melainkan dalam kamera, televisi, dan masih banyak lagi.
C.     DAMPAK PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM BERBAGAI BIDANG
a.      Dampak Terhadap Bidang Ekonomi dan Industri 
a)      Positif
Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke toko yang jauh dari tempat tinggal. Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.
b)      Negatif  
1. Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan
2. Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”.
3. Adanya limbah industri yang mengganggu kehidupan masyarakat antara lain mencemari sungai, mengakibatkan polusi udara dan sebagainya.
b.      Dampak Terhadap Bidang Pendidikan dan Sosial Budaya 
a)      Positif
1.  Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan.
2.  Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi dengan mudah,  seperti pembelajaran dengan menggunakan proyektor.
 3. Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan pembelajaran melalui jaringan internet, seperti : e-learning, yang telah banyak diterapkan diberbagai lembaga pendidikan bahkan universitas ternama.
b)      Negatif
1. Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas)
2. Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu.
3. Jika anak-anak terlalu banyak dihadapkan dengan layar computer akan mengurangi kesehatan, terutama pada mata, jika telah berhubungan dengan computer pasti mengetahui dan sering bermain dengan aneka permainan di komputer yang apabila lama-kelamaan akan terjadi kerusakan di sebagian otaknya, hal ini disebabkan pengaruh radiasi monitor komputer yang terserap ke otak melalui matanya. Atau seperti kejadian di Thailand di mana seorang gadis remaja gantung diri karena frustasi tidak dapat menyelesaikan permainan bomber man.
4. Penyebab sikap malas karena kemudahan yang diberikan oleh teknologi. bersikap serba instan karena teknologi menyuguhkan hal yang serba instan dan otomatis yang berpengaruh denagn jiwa konsumeris kita dan menganggap teknologi adalah kebutuhan primer yang berpengaruh pada lifestyle.
c.       Dampak Terhadap Transportasi Dan Komunikasi
a)      Positif
1. Di bidang komunikasi kita akan lebih cepat mendapatkan informasi – informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet. Kita juga dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone.
2. Dengan adanya kendaraan-kendaraan yang dihasilkan oleh teknologi, maka masalah transportasi dan komunikasi bukan merupakan suatu hambatan untuk mencapai kemajuan contohnya kendaraan motor, mobil, kereta api, pesawat terbang, helikopter,
3. Pembangunan jalan-jalan layang di darat, jembatan gantung dan sebagainya dapat mengatasi kesulitan transportasi, memperlancar hubngan antar daerah.
b)      Negatif   
Dampak negatif terhadap komunikasi dan transportasi antara lain :
o   Banyaknya kendaraan khususnya jalur darat yang membuat kemacetan yang cukup parah diberbagai ruas jalan raya.
o   Kendaran seperti di kota-kota besar yang sangat ramai dan sering terdapat kendaraan yang tidak layak pakai seperti pada kendaraan umum yang menyebabkan tingginya polusi udara yang berbahaya pada kesehatan manusia.
o   Radiasi handhone yang kurang bagus untuk kesehatan yang terjadi apabila pemakain yang diluar batas, seperti terlalu sering berbicara atau berkomunikasi melalui handphone dapat merusak pendengaran.
o   Handphone yang dijaman sekarang ini yang sangat mudah untuk didapatkan dapat dijadikan sebagai bahan penyebaran-penyebaran informasi yang membawa pengaruh buruk, seperti video dan gambar-gambar porno.
o   Munculnya banyak jejaring social yang dapat dengan mudah diakses oleh semua kalangan termasuk pelajar dibawah umur, seperti anak SD yang dapat menyita waktu mereka, seharusnya waktu tersebut digunakan untuk belajar atau mendengarkan penjelasan materi yang sedang disampaikan oleh guru, dengan adanya hal tersebut mereka lebih memilih untuk online lewat akunnya atau bermain game online favoritnya.

Teknik Informatika, Fakultas Teknik UNTAG Surabaya selenggarakan Seminar Nasional dan Workshop dengan tema ''Internet of Things, Big Data, dan Industri 4.0''. Acara tersebut yang bertempat di Gedung Graha Wiyata lantai 9, Sabtu (7/4/2018).
Ketua Pelaksana Seminar Nasional dan Workshop, Anis Rahmawati Amna, S.Kom., M.Kom., MBA, mengatakan, dunia kini tengah memasuki era revolusi industri 4.0 atau revolusi industri keempat dimana teknologi informasi telah menjadi basis dalam kehidupan manusia. Segala hal menjadi tanpa batas (borderless) dengan penggunaan daya komputasi dan data yang tidak terbatas (unlimited), karena dipengaruhi oleh perkembangan internet dan teknologi digital yang masif sebagai tulang punggung pergerakan dan konektivitas manusia dan mesin. Era ini juga akan mendisrupsi berbagai aktivitas manusia, termasuk di dalamnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta pendidikan tinggi.
''Acara yang diadakan oleh Teknik Informatika ini, salah satunya untuk memberikan wawasan tentang data maining. Semoga dapat maksimal dalam memberikan pengetahuan data, dan pengolahan data di tengah-tengah perubahan dunia saat ini,'' ucap Anis.
Sementara itu, Rektor UNTAG Surabaya, Dr. Mulyanto Nugroho, MM.,CMA.,CPAI dalam sambutannya mengatakan, dengan hadirnya teknologi menyebabkan perubahan saat ini bergerak sangat cepat. Maka penguasaan data menjadi sangat penting untuk mengejar perubahan tersebut.
''Pada era saat ini seseorang yang menguasai data itulah orang yang paling sukses, bahkan bayarannya paling mahal. Maka kita harus mampu mengejar di setiap perubahan, karena ketika kita tidak mampu mengejar perubahan maka siap-siap akan tertinggal dan terlindas,'' tuturnya.
Lebih lanjut dosen Fakultas Ekonomi itu menambahkan, saat ini Kampus UNTAG Surabaya juga tengah bertahap menggunakan teknologi pada setiap lini.
''Kita pun tentunya harus menguasai data berbasis teknologi agar bisa menjadi leader dan mengembangkan UNTAG Surabaya menjadi lebih baik lagi,'' ujar Nugroho.
Kegiatan dengan total materi selama 12 jam tersebut mendapatkan rincian materi, yang pertama Ir. Nonot Harsono, MT (dewan pengawas BP3TI) : 5G, IoT dan Big Data, Trend teknologi dan bisnis ke depan. Dilanjutkan oleh Ir. Onno W. Purbo, M. Sc.,PhD (pakar IT Indonesia) : Penggunaan dan Pemrograman Arduino, Teknik Network Programming, Programming Ethernet di Arduino dan MQTT untuk IoT. Sedangkan pemateri ke tiga yaitu Bagus Jati, S. Kom., M.Sc., PhD (Peneliti Data Engineering) : Data Mining, Map-Reduce, and New Software Stack, Finding Similar Items ans Mining Data Streams, Link Analysis, Frequent Itemset, Dimentionality Reduction dan Large-Scale Machine Learning.


permasalahan :
1. bagaimana cara anda dalam mengatasi berbagai hambatan pada penggunaan multimedia yang masih kurang berkembang dikarenakan kurangnya fasilitas ataupun dana yang di butuhkan untuk peningkatan teknologi yang diperlukan dalam pembelajaran di era revolusi industri 4.0 ?

13 komentar:

  1. Saya akan mencoba menjawab permasalahan saudari krisna
    Menurut saya jika terkendala dengan sarana dan prasarana ataupun dana yang kurang untuk penggunaan multimedia maka dapat dilakukan dengan multimedia yang sederhana dulu, seperti mendownload aplikasi-aplikasi yang tersedia digoogle melalui Android atau komputer guru sesuai dejgan materi yang diterangkan. Kemudian yang paling penting adalah keinginan guru dalam mengembangkan kreativitas nya, bahkan juga kreativitas dari siswanya juga dengan memanfaatkan segala media yang ada disekililingnya.

    BalasHapus
  2. dapat dilakukan dengan multimedia yang sederhana dulu, seperti mendownload aplikasi-aplikasi yang tersedia digoogle melalui Android atau komputer guru sesuai dejgan materi yang diterangkan. Kemudian yang paling penting adalah keinginan guru dalam mengembangkan kreativitas nya, bahkan juga kreativitas dari siswanya juga dengan memanfaatkan segala media yang ada disekililingnya.

    BalasHapus
  3. dapat dilakukan dengan multimedia yang sederhana dulu, seperti mendownload aplikasi-aplikasi yang tersedia digoogle melalui Android atau komputer guru sesuai dejgan materi yang diterangkan. Kemudian yang paling penting adalah keinginan guru dalam mengembangkan kreativitas nya, bahkan juga kreativitas dari siswanya juga dengan memanfaatkan segala media yang ada disekililingnya.

    BalasHapus
  4. Menurut saya jika terkendala dengan sarana dan prasarana ataupun dana yang kurang untuk penggunaan multimedia maka dapat dilakukan dengan multimedia yang sederhana dulu, seperti mendownload aplikasi-aplikasi yang tersedia digoogle melalui Android atau komputer guru sesuai dejgan materi yang diterangkan.

    BalasHapus
  5. Adanya perubahan tersebut juga memiliki analisis risk-benefit, di mana keuntungan yang bisa didapatkan antara lain mahasiswa tetap bisa belajar dan tetap bisa mengakses materi pembelajaran tanpa harus hadir di kelas

    BalasHapus

  6. zelvi aryani7 Mei 2018 02.59
    Menurut saya jika terkendala dengan sarana dan prasarana ataupun dana yang kurang untuk penggunaan multimedia maka dapat dilakukan dengan multimedia yang sederhana dulu, seperti mendownload aplikasi-aplikasi yang tersedia digoogle melalui Android atau komputer guru sesuai dejgan materi yang diterangkan.
    Balas

    BalasHapus
  7. Dengan cara meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting.

    BalasHapus
  8. Menurut saya bisa dengan pemerintah memberikan fasilitas tambahan untuk sekolah2 yg memang masih belum memiliki teknologi dan informasi yang mendukung.

    BalasHapus
  9. zelvi aryani7 Mei 2018 02.59
    Menurut saya jika terkendala dengan sarana dan prasarana ataupun dana yang kurang untuk penggunaan multimedia maka dapat dilakukan dengan multimedia yang sederhana dulu, seperti mendownload aplikasi-aplikasi yang tersedia digoogle melalui Android atau komputer guru sesuai dejgan materi yang diterangkan.

    BalasHapus
  10. Menurut saya hal yang harus dilakukan adalah dengen melengkapi sarana dan prasarana yang mendukung adanya multimedia. Jadi sekolah harus menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai.

    BalasHapus
  11. Saya akan membantu permasalahan Anda, hal pertama dan utama yang perlu diperhatikan adalah SDM di negara itu sendiri.

    BalasHapus
  12. Dengan cara meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting.

    BalasHapus
  13. Adanya perubahan tersebut juga memiliki analisis risk-benefit, di mana keuntungan yang bisa didapatkan antara lain mahasiswa tetap bisa belajar dan tetap bisa mengakses materi pembelajaran tanpa harus hadir di kelas

    BalasHapus